selamat datang♥ terima kasih dan berikan kesan kalian untuk postingan saya

Sabtu, 19 April 2014

TSOU: #1

source from: syairsiparapara.blogspot.com

Senja menepi di hari Rabu itu, tepat pada saat musim kemarau, angin yang mengibaskan dedaunan serta ranting-ranting kecil yang patah lalu menggiringnya ke satu tempat dan ketempat yang lain. Suara-suara sore menjelang malam yang mengiris. Memberikan sedikit rasa ketakutan dalam diri Alanda.

"Dia nggak datang lagi" gumamnya pelan, serta-merta angin berhembus semakin kencang, membuatnya semakin bertambah takut. Bukan takut kepada hal-hal yang tidak terlihat, tetapi dia takut, sosok yang tengah dinantinya tidak datang lagi tahun ini.

Jam tangannya menunjukkan pukul setengah enam sore, ingin rasanya dia melangkah dari tempat itu, kembali kerumah dan menyelesaikan pekerjaan yang belum dia selesaikan, tapi...semua itu pasti akan percuma. Hatinya selalu mengerang-erang, meminta dan selalu meminta untuk kembali ketempat ini.

Buuuk!
Sebuah bola menumbuk punggung Alanda dengan cukup keras. Dia merasa sedikit kesakitan, tetapi dia tidak berusaha untuk mencari siapa yang sengaja menendang bola itu kearahnya, dia tetap diam dengan pikirannya sendiri.
"Eh, maaf ya bolanya tadi kena kamu," seseorang membuyarkan pikirannya kembali.
"Oke, nggak apa-apa" sahut Alanda tanpa memalingkan muka dan melihat sosok itu.
Hening kembali, dan Alanda berpikir bahwa sosok yang mengganggunya tadi sudah pergi.
...

"Hei, kenapa kamu masih disini? Apa kamu nggak takut, udah malam lho!" suara itu mengganggu Alanda kembali, kayanya seperti suara yang tadi, pikir Alanda. Cewek itupun membalikkan tubuhnya dan, yap! Seorang laki-laki tengah berdiri disana, memakai kaus bola, entah dari kesebelasan mana, Alanda tidak begitu memperhatikan. Yang jelas laki-laki itu tampak kusut, kumal dan sangat pucat. Alanda hampir merinding melihatnya.

"Kk..kam..kamu..bukan setan, kan?" tanya Alanda terbata-bata. Cowok itu nyegir lebar, matanya seperti bulan sabit ketika tersenyum, hilang semua ditelan kelopak matanya.
"Emang aku sejelek itu, ya?" Tanya cowok itu balik.
"Hmm..." Alanda bingung hendak membalas apa.
"Yaudah pulang sana! Nanti dicariin orang tuamu, lho!" kata cowok itu lagi. Kali ini Alanda menurut, lagi pula jam hampir menunjukkan pukul enam.

Alanda berlalu, dan cowok itu berjalan dibelakangnya.
"Eh kamu penguntit, ya?! Sana pulang!!! Jangan ganggu aku!!!" seru Alanda ketakutan; jangan-jangan cowok ini hidung belang, pikirnya.
"Ih, geer banget sih! Aku juga mau pulang, kali," jawab cowok itu. Dan benar, ketika Alanda hampir membelok kearah kompleknya, cowok berkaus bola itu tetap berjalan lurus dan tidak melihat kearah Alanda lagi,

Menyebalkan! dan dia mengacaukan acara tahunanku! Gumam Alanda kemudian.

========================================================================

Hari Rabu hampir berakhir ketika Alanda masih saja terjaga dikamarnya, memikirkan akhir hari ini, hari yang seharusnya menjadi hari terindah yang kesekian dalam hidupnya. Akhirnya, Alanda membuka diarynya dan mulai menulis beberapa kalimat disana.

Dima benar-benar busuk, bagaimana bisa aku menunggunya selama ini?
Aku selalu berusaha buat berpikir positif tentang dia disana, tapi apa?
Dia emang php, ya
Terus aku harus gimana?
-A-

Alanda meletakkan diarynya kembali ke meja belajar dan mulai mengantuk. Ketika pandangannya memburam, suara Abangnya dari kamar sebelah mengejutkannya.
Guoooolllllll!!!!!!
Huahahaha 3-0!!!! Guooooll!!!

Alanda mengelus dada, mencoba tidur kembali, tapi pikirannya kembali melayang, dan mengarah pada cowok berkaus bola tadi. Mukanya yang pucat dan matanya yang sipit, senyumnya tampak ramah dan tidak terkesan dibuat-buat.
Baru kali itu Alanda melihat cowok dengan mata seperti bulan sabit ketika tersenyum.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

QOTD

"Apapun yang terjadi," katanya

"tak akan bisa mengubah satu hal pun".


Meskipun mengenakan pakaian compang-camping,

aku bisa menjadi putri dalam diriku sendiri.


Mudah memang menjadi putri kalau aku,

mengenakan pakaian gemerlapan dan bermerk terkenal,

tapi aku jauh lebih hebat

kalau aku bisa menjadi putri,

saat tak seorangpun mengetahuinya.


source fr: A little princess - frances hodgson burnett


Sweet roll toffee chocolate bear claw chocolate cake dessert fruitcake. Ice cream oat cake oat cake. Gingerbread dessert tootsie roll. Candy topping cupcake. Cheesecake jelly faworki tiramisu sugar plum pie chupa chups cupcake. Cotton candy gummies pie pastry. Ice cream soufflé ;)