selamat datang♥ terima kasih dan berikan kesan kalian untuk postingan saya

Jumat, 23 Mei 2014

TSOU #2

Sudah dua minggu sejak tahun ajaran baru dimulai. Segalanya terasa sama bagi Alanda, dia tetap berkutat dengan segala kebiasaan lamanya; berangkat sekolah pukul setengah tujuh dan tiba disekolah dengan tergesa-gesa. Padahal Alanda sadar, jarak antara rumah dan sekolah yang lumayan jauh membuat dia harus berangkat pagi-pagi sekali sebetulnya.
"Berangkat jam segitu tuh, semacam tantangan, Nid!" serunya.
"Tantangan dari Hongkong?" jawab Nidia, teman semejanya
"Nggak...itu semacam, memacu adrenalin! Pokoknya aku puas aja kalo berhasil ngelewati gerbang diatas jam 7."
"Gila kamu, cari mati banget sih. Untung nggak ketauan Pak Bono" Nidia menyebut nama satpam sekolah mereka.
Sementara Alanda malah terkekeh-kekeh sendiri, sepertinya dia hobi membuat orang lain jengkel karena ulahnya. Beberapa menit kemudian, Bu Rika; wali kelas mereka masuk kedalam kelas. Seluruh isi kelas bingung, pasalnya jam pertama adalah Bahasa Indonesia dan hari ini tidak ada pelajaran Fisika.
"Bu, apa jadwalnya ganti?" tanya Rufan, sang ketua kelas.
"Nggak, ibu cuma mau ngenalin kalian sama anak baru," ucapan Bu Rika terputus, beliau mendekati pintu kelas dan berbicara dengan seseorang disana.
Mendengar kata "anak baru" itu sontak membuat seluruh isi kelas dilanda kehebohan yang teramat dahsyat. Beberapa cewek centil—menurut Alanda— terutama, yang bercokol ditempat duduk paling belakang, beberapa cowok disekitar tempat mereka duduk juga sibuk bercakap-cakap. Entah apa yang akan mereka lakukan pada murid baru itu nanti, pikir Alanda.

 "Wah, moga-moga cowok ya, Lan..." bisik Nidia pada Alanda.
"Ih, kamu kok ikut-ikutan keganjenan gitu sih?" jawab Alanda seraya melirik temannya itu, yang sudah dia anggap seperti adik sendiri. Nidia sewaktu SMP adalah murid akselerasi disekolahnya, jadi sekarang umurnya setahun dibawah teman-temannya.
"Naaaah, ini dia teman baru kalian, ayo Nak...perkenalkan dirimu," seru Bu Rika begitu sampai didepan kelas kembali, dengan membawa seorang murid laki-laki yang...
 "Oh, tidak..." desis Alanda.
Dia cepat-cepat memalingkan wajah, mecoba tidak mengenali sosok itu sambil berpura-pura memandang kearah belakang. Tapi, semakin dia mencoba memandang teman-temannya yang berada dibagian belakang, semakin tampak bahwa hanya dia yang sedari tadi terus bergerak-gerak tak menentu seperti cacing kepanasan, soalnya...seluruh makhluk dikelas tengah menatap murid baru itu dengan tegang dan tak bergerak. Ya, tak ada satupun yang bergerak kecuali Alanda. Nidia juga ikut terhipnotis sepertinya, sehingga mau tak mau Alanda menyikut pinggangnya dengan lumayan keras.

"Nid, tampangmu bloon banget, tau! Lagian anak sekelas kenapa sih, nyawanya kaya kesedot gitu?" tanya Alanda.
Tapi pertanyaannya itu hanya dibalas tatapan bodoh Nidia. Kemudian temannya itu memandang kedepan lagi, kearah murid baru itu lagi, dengan binar-binar memuja disana.
Alanda mendengar murid itu memperkenalkan dirinya, suaranya tidak cempreng seperti anak SD, tidak kasar seperti anak kecil yang beranjak remaja. Tapi suara cowok itu tidak mungkin kebagian jatah bariton dalam paduan suara, karena sebenarnya tidak berat-berat sekali.

"Hai, selamat pagi. Nama saya Kenzo Wirawan. Saya pindahan dari Palembang, dulu juga sempet tinggal di Maluku sama Manado. Disini, saya tinggal sama orang tua didaerah Candisari. Oh ya, panggil aja saya Wira,"

Oh, namanya Wira, oh, pikir Alanda.
"Anak-anak, Wira ini jago banget Fisika, kaya Ibu..." Bu Rika berceloteh kembali, "dia sering ikut Olimpiade Fisika disekolahnya dulu..." sambung beliau.
Alanda mendengus pelan mendengar kalimat Bu Rika tadi; terdengar seperti sombong terselubung, pikirnya.
"Wira, kamu duduk deket...hmm sana, sama Rufan aja, dia ketua kelas disini. Kalo kamu mau tanya-tanya, tanya aja sama dia. Oke anak-anak, Ibu mau ke kelas sebelah dulu, udah mepet banget waktunya," ucap Bu Rika sambil berlalu.
Murid-murid menghela nafas lega lalu mereka kembali ribut dan sepertinya sedang bersiap-siap mengintrogasi murid baru itu. Melihat kelakuan teman-temannya, apalagi yang perempuan, mulai mengeluarkan suara-suara yang terdengar cempreng dan naik diujung-ujungnya, terkesan dibuat sok imut, Alanda jadi tertawa sendiri. Kemudian dia tersadar kalau murid baru itu, si Wira itu, sudah duduk disamping Rufan sekarang, yang berarti bahwa cowok itu duduk persis dibelakang Alanda.
"Eh, Lan, dia wangi banget tau, tadi pas dia lewat aku nyium bau parfumnya!! Duh, mana keren banget lagi bawaannya!" seru Nidia dengan sangat nyaring, mungkin Wira bisa mendengarnya dari belakang walaupun keadaan ribut seperti ini.
"Woy Nid, ngomong pelan dikit kali, kedengeran dia baru tau rasa! Lagian, kegenitan amat sih pake nyium-nyium bau parfumnya, hiiiiih...." kata alanda sambil menunjukkan ekspresi jijik.
"Ah kamu mah, emang nggak bisa ngerasain aura orang keren kaya begitu!" kata Nidia lagi, Alanda langsung bersiap mencubit pipinya.
 .....

"Kita kapan mulai pelajarannya?"
"Santai Wir, jam pertama kan Bahasa Indonesia, nah guru kita lagi ijin nggak masuk, istrinya melahirkan,"
"Jadi jam kosong nih?"
"Yaps..."
"Aku minta data anak-anak kelas ini dong, minta kontaknya gitu...biar kalo ada apa-apa bisa tanya langsung, sekalian sosialisasi..."
"Kamu minta aja sama Alanda, dia lengkap kontaknya, dia kan sekretaris disini. Ehmm, sekalian pinjem catetannya kalo kamu butuh, kamu kan disini pas kita udah dua minggu pelajaran,"
 "Alanda yang mana orangnya?"
"Pas depanmu, udah pinjem sekarang juga nggak apa, kan jam kosong,"
 Percakapan itu mau tak mau terdengar oleh Alanda dan Nidia tentunya. Mendengar namanya disebut-sebut membuat Alanda ingin menjitak ketua kelasnya itu, yang telah seenak jidat mempromosikan buku catatan dan reputasinya pada murid baru itu.
"Hai Alanda, aku mau pinjem catetanmu nih,"
Alanda mendengar namanya disebut kembali, dengan rasa ketukan jari diujung pundaknya. Langsung saja dia menoleh dan memperhatikan wajah cowok itu, yang tampaknya kaget begitu melihat wajah Alanda.
"Kamu, cewek yang hari Rabu sore itu kan?"







3 komentar:

  1. kak..
    Aku ada gambar gembira, bukan kulit manggis kok. Kalo berkenan silahkan menuju link ini
    http://aretatara.blogspot.com/2014/07/liebster-award-ulalala.html
    Terimakasih :)

    BalasHapus
  2. Terima kasih infonya :)
    http://clayton88.blogspot.com | http://informasiberitatop.blogspot.com | http://goo.gl/eQV9d3 | http://bit.ly/1sUU8dl | http://goo.gl/CI4bLf | http://goo.gl/lNMX3D | http://bit.ly/1NM7v7j | http://goo.gl/cAQcMp | http://goo.gl/97Yn1s | http://goo.gl/tw2ZtP | http://goo.gl/RkuB4G | http://goo.gl/8rM20b | http://goo.gl/5dAkJO

    Kumpulan Berita Menarik
    Berita Menarik
    Artikel Aneh Unik
    Berita Lucu
    Artikel Misteri Dunia
    Blog Dofollow
    Tips Menarik

    www.Babapoker.com

    Agen Poker
    Agen Poker Online
    Agen DominoQQ
    Agen Capsa

    www.Master138.net

    Bandar Bola
    Situs Bola
    Agen Tangkas
    Agen Bola
    Agen Casino Online
    Bandar Casino Online Terpercaya

    www.BapakPoker.com

    Agen Poker
    Agen Poker Online
    Agen Poker Terpercaya

    www.Axioobet.com

    Prediksi Bola
    Kumpulan Berita Terkini
    BlogWalking
    Bandar Bola
    Jadwal Bola
    Berita Unik

    www.Ingatpoker.com

    Agen Poker
    Agen Poker Terpercaya
    Agen Poker Online

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

QOTD

"Apapun yang terjadi," katanya

"tak akan bisa mengubah satu hal pun".


Meskipun mengenakan pakaian compang-camping,

aku bisa menjadi putri dalam diriku sendiri.


Mudah memang menjadi putri kalau aku,

mengenakan pakaian gemerlapan dan bermerk terkenal,

tapi aku jauh lebih hebat

kalau aku bisa menjadi putri,

saat tak seorangpun mengetahuinya.


source fr: A little princess - frances hodgson burnett


Sweet roll toffee chocolate bear claw chocolate cake dessert fruitcake. Ice cream oat cake oat cake. Gingerbread dessert tootsie roll. Candy topping cupcake. Cheesecake jelly faworki tiramisu sugar plum pie chupa chups cupcake. Cotton candy gummies pie pastry. Ice cream soufflé ;)