Selamat malam, Sahabat. Tidak terasa 86400 detik telah pergi meninggalkan kita. Begitu cepat. Kita tidak menyadarinya kan? Namun, kita masih sadar dengan keadaan kita masih tetap sama. Dingin.
Sahabat, aku tidak tahu lagi harus bercerita pada siapa tentang ini, beban pikiran yang seolah menghimpit ini, selain melalui catatan kecil ini. Sungguh aku tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Oh iya, tadi pagi ketika soal fisika yang sulit itu selesai aku menemuimu. Menanyakan apakah kamu bisa mengerjakannya. Tapi, lagi-lagi kamu diam, acuh tak acuh. Tidak mendengarkah kamu? Atau kamu sengaja berpura-pura tidak mendengar?
Ah ... sejujurnya aku kecewa ketika menjadi orang yang terabaikan, apalagi olehmu, sahabat bagiku. Ingin rasanya aku meneriakimu, memakimu, dan menudingmu. Namun, itu tidak akan pernah kulakukan. Kamu tahu mengapa? Karena setalah kupikir, aku tidak punya hak atas kendalimu. Jadi, aku hanya bisa diam dan berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Tampilkan postingan dengan label #BuatSeseorang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #BuatSeseorang. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Januari 2013
Selasa, 28 Agustus 2012
Sajak Tengah Malam
Malam mendayu
kularung asa hingga menjauh
hingga berlabuh
dipucuk hatinya yg beku
Malam mendayu
sekian malam aku merayu
tlah jauh hatinya terkatup untukku
tak terasa cintaku bagai angin lalu
Malam mendayu
ditingkah polah alunan bayu
melelehkan segala mimpiku
menggedor lempeng rasa itu
lalu mati perlahan diujung waktu.
kularung asa hingga menjauh
hingga berlabuh
dipucuk hatinya yg beku
Malam mendayu
sekian malam aku merayu
tlah jauh hatinya terkatup untukku
tak terasa cintaku bagai angin lalu
Malam mendayu
ditingkah polah alunan bayu
melelehkan segala mimpiku
menggedor lempeng rasa itu
lalu mati perlahan diujung waktu.
Label:
#BuatSeseorang
Selasa, 10 Januari 2012
Dia
Dia sibuk mencatat tulisan-tulisan yang membeku dipapan tulis
Gerakan tangannya
Kedipan matanya
Bahasa tubuhnya
Tak kulewati sedetikpun
Aku sibuk memperhatikan tingkah lakunya
menggerakkan kepalaku 45 derajat ke arah kanan
hanya untuk menatapnya
Kuperhatikan lagi dagunya yang runcing itu
Sejak tadi ia memegang cuek dagunya
Hidungnya yang mancung bergerak resah
Matanya yang redup sayup menelusup ragu mengikuti gerakan tangannya saat menulis
Pakaiannya sederhana saja
Berwarna putih, berlengan pendek, tipis saja
Wajahnya itu yang tak sederhana!
Tatapanku menyoroti sudut tempat ia mematung
Ia sangat suka mendengar suara guru yang berdesak-desakan di dalam telinganya
rambutnya rapi
poni pendeknya ikut-ikutan menjuntai saat kepalanya menunduk
Aku masih saja sibuk memperhatikannya
Aku masih saja mengabaikan catatanku
Beberapa kali ia memperdengarkan suaranya
Sambil bertanya ini itu
Dia memainkan ballpoint berwarna merah yang setia melekat di jemarinya
Sesekali ia mengarahkan pandangannya
kearahku
Memamerkan lengkungan bibirnya yang terbentuk sempurna menjadi sebuah senyuman
Dia tahu kalau sejak tadi aku memperhatikannya
Sesekali ia mendapatiku memperhatikannya
Sesekali aku membuang muka
seakan-akan aku sedang tak memperhatikannya
Saat kamu semakin sibuk dengan catatanmu
Saat aku masih saja sibuk memperhatikanmu
Gerakan tangannya
Kedipan matanya
Bahasa tubuhnya
Tak kulewati sedetikpun
Aku sibuk memperhatikan tingkah lakunya
menggerakkan kepalaku 45 derajat ke arah kanan
hanya untuk menatapnya
Kuperhatikan lagi dagunya yang runcing itu
Sejak tadi ia memegang cuek dagunya
Hidungnya yang mancung bergerak resah
Matanya yang redup sayup menelusup ragu mengikuti gerakan tangannya saat menulis
Pakaiannya sederhana saja
Berwarna putih, berlengan pendek, tipis saja
Wajahnya itu yang tak sederhana!
Tatapanku menyoroti sudut tempat ia mematung
Ia sangat suka mendengar suara guru yang berdesak-desakan di dalam telinganya
rambutnya rapi
poni pendeknya ikut-ikutan menjuntai saat kepalanya menunduk
Aku masih saja sibuk memperhatikannya
Aku masih saja mengabaikan catatanku
Beberapa kali ia memperdengarkan suaranya
Sambil bertanya ini itu
Dia memainkan ballpoint berwarna merah yang setia melekat di jemarinya
Sesekali ia mengarahkan pandangannya
kearahku
Memamerkan lengkungan bibirnya yang terbentuk sempurna menjadi sebuah senyuman
Dia tahu kalau sejak tadi aku memperhatikannya
Sesekali ia mendapatiku memperhatikannya
Sesekali aku membuang muka
seakan-akan aku sedang tak memperhatikannya
Saat kamu semakin sibuk dengan catatanmu
Saat aku masih saja sibuk memperhatikanmu
Label:
#BuatSeseorang
Minggu, 08 Januari 2012
Aku ingin menjadi Teman Sebangkumu
Ditempatku menatapmu
Menikmati indahmu dari sudut rahasiaku
Memperhatikan bahasa tubuhmu
Melamun dan menyorot pandangan 45 derajat ke arahmu
Melihatmu yang tekantuk-kantuk kala itu
Mengartikan mata sipitmu yang mengatup malu-malu
Hingga kepalamu menunduk mengantuk
Aku hanya menutup mulutku yang tersenyum kecil melihat tingkahmu
Seandainya saat itu aku disampingmu
Aku pasti bisa menikmati raut wajah mengantukmu
Seandainya saat itu aku menjadi teman sebelahmu
Aku mungkin bisa menyadarkanmu dari rasa kantuk itu
Aku akan meremas bahumu dan menyuruhmu kembali memperhatikan guru yang mulutnya hampir berbusa di depan
Sayangnya
Aku disini
disudut yang tak kau ketahui
Aku cemburu pada teman yang duduk disebelahmu itu
Dia bisa terus-menerus menikmati senyummu
Dia bisa terus menerus menyentuh kulitmu
Andai aku disampingmu
Kau pasti akan mengajakku berbicara
Kau pasti mengajakku bertukar pikiran
Kau pasti mengenalku
Kau pasti menatapku
Aku ingin menjadi teman sebangkumu
Menikmati indahmu dari sudut rahasiaku
Memperhatikan bahasa tubuhmu
Melamun dan menyorot pandangan 45 derajat ke arahmu
Melihatmu yang tekantuk-kantuk kala itu
Mengartikan mata sipitmu yang mengatup malu-malu
Hingga kepalamu menunduk mengantuk
Aku hanya menutup mulutku yang tersenyum kecil melihat tingkahmu
Seandainya saat itu aku disampingmu
Aku pasti bisa menikmati raut wajah mengantukmu
Seandainya saat itu aku menjadi teman sebelahmu
Aku mungkin bisa menyadarkanmu dari rasa kantuk itu
Aku akan meremas bahumu dan menyuruhmu kembali memperhatikan guru yang mulutnya hampir berbusa di depan
Sayangnya
Aku disini
disudut yang tak kau ketahui
Aku cemburu pada teman yang duduk disebelahmu itu
Dia bisa terus-menerus menikmati senyummu
Dia bisa terus menerus menyentuh kulitmu
Andai aku disampingmu
Kau pasti akan mengajakku berbicara
Kau pasti mengajakku bertukar pikiran
Kau pasti mengenalku
Kau pasti menatapku
Aku ingin menjadi teman sebangkumu
Label:
#BuatSeseorang
Langganan:
Postingan (Atom)
QOTD
"Apapun yang terjadi," katanya
"tak akan bisa mengubah satu hal pun".
Meskipun mengenakan pakaian compang-camping,
aku bisa menjadi putri dalam diriku sendiri.
Mudah memang menjadi putri kalau aku,
mengenakan pakaian gemerlapan dan bermerk terkenal,
tapi aku jauh lebih hebat
kalau aku bisa menjadi putri,
saat tak seorangpun mengetahuinya.
source fr: A little princess - frances hodgson burnett