selamat datang♥ terima kasih dan berikan kesan kalian untuk postingan saya

Sabtu, 30 November 2013

Karena Kita Harus Berhenti Stalking

http://sd.keepcalm-o-matic.co.uk/i/keep-moving-and-stop-stalking.png 


Belum mudeng sama post ku kali ini?
Oke, aku kasih kode:
Dicuekin emang bikin bete, diphp-in emang bikin nyesek, tapi ada satu yang lebih parah dari semua itu, bro.
Stalking.

Stalking adalah proses pen-sakit-an diri sendiri

Dalam kasus stalking, sesuatu yang kita jadikan sebagai objek to stalk kita memang memiliki semacam andil besar dalam mood kita sehari-hari. Si objek bisa dengan mudah membolak-balik perasaan kita dalam sehari, mau itu lewat dunia nyata atau dunia maya. Contoh, kita pake Twitter sebagai acuan kepo kita.

Terkadang si objek bakal ngetweet hal berbau cinta-cinta, jederrr! Diantara kalian pasti ada yang ngerasa gini:
"Itu tweet buat siapa, yaaa?". Terus kalian bikin tweet agak samaan, berasa nyamain isi hati, gitu.

Kadang, pas dia bikin tweet galau, kita mikir gini,
"Ih dia kenapa sih bikin tweet gitu, emang dia disakitin siapa sih? Atau dia ternyata diem-diem udah punya gandengan terus diphp-in? Attttau...dia ngetwit itu buat ngodein aku..."
Terus kalian bikin tweet lagi, isinya gak jauh-jauh dari timeline-nya Mbak Dwitasari.

Hati-hati ya guys, perasaan jatuh cinta itu bisa bikin kamu mengira bahwa semua yang dia tweet, omongkan dan lakukan seolah-olah buat kamu, lho.

Padahal kenyataannya? Siapa yang tahu perasaan hati seseorang kecuali Tuhan?
Begitulah kehidupan Twitter, sekarang kamu bisa aja senyum-senyum ngeliat tweetnya dia yang bernada cinta, atau happy, atau kalian lebih prefer ngeliat tweet dia yang isinya tentang kegalauannya sebagai jomblo, karena dengan itu kalian yakin kalau dia belum punya pacar untuk saat ini.

Ya, saat ini...saat ini. Siapa yang nyangka kalau beberapa menit lagi kalian bakal garuk-garuk tembok karena bete liat dia mentionan kelewat mesra dengan orang lain. Atau beberapa detik lagi kalian bakal ngebaca bio twitternya yang bertuliskan nama orang lain disana.

Bukan nama kalian.

Lalu, siapa yang perlu disalahkan? Pembuat situs Twitter? Ponsel kamu? Operator seluler kamu, atau objek stalking kamu?
Salah! Yang patut dimintai tanggung jawab atas semua kejadian yang kamu alami adalah perasaanmu, harapanmu, yang terlalu tinggi itu. Yap, that's it. 

Tapi masalahnya, kalian masih aja kekeuh melakukan ritual stalking itu tiap hari. Mungkin, kalau ada perlombaan siapa-stalker-terbaik kalian pantes ikut, siapa tahu kalian bisa jadi juara disitu.

Bukan juara dihati objek stalkingan kalian, tapi....


Oke, bila menyangkut rasa kemanusiaan, stalking orang yang kita sayangi itu baik kok, gak salah.
Pasti ada keinginan buat ngecek timeline Twitter dia tiap hari. Tujuan paling mendasar atas semua yang kalian lakukan secara tulus itu cuma satu, tahu keadaan mereka, bukan?

Tapi kalo ternyata hari ini dia gak berkicau sedikitpun di Twitter, kalian bakal kecewa lagi deh.

Karena itulah, nampaknya kita harus segera berhenti stalking.



Ingetkan lagu-lagu galau yang beredar dengan ungkapan: "Sebelum bertemu denganmu hidupku bahagia"

Kamu juga bisa menerapkan itu dalam kasus ini, ayo mikir:
"Sebelum ngestalk dia, perasaanmu normal kan? Kamu bisa ngelakuin semua pekerjaanmu dengan hati lapang kan?
Dan intinya, kamu masih sempat tersenyum.

Stalking terkadang bikin kamu berbunga-bunga emang, buat beberapa kasus disana, mungkin aja orang yang kamu suka punya perasaan khusus juga padamu. Tapi untuk kasus yang lain? No body cares, bisa aja dia cuma nganggep kamu temen biasa, gombalnya dia buat kamu cuma buat lucu-lucuan, cuma semacam pancingan kode buat orang lain disana, yang dia suka.
Kalau boleh curhat dikit, aku juga sama kaya kalian kok, awalnya sih, susah banget gak stalking akunnya, tapi lama-lama kalian bakal terbiasa.
Plus, kalian gak perlu ngeluarin duit lebih buat sekadar langganan biar bisa stalking akun dia.

Karena terkadang, menjadi nggak tahu itu menyenangkan

Twitter adalah dunia anomali, tempat orang sedih bisa bahagia, tempat orang yang habis ketawa bisa seketika nangis.









10 komentar:

  1. kalo cowok gue sih biasanya distalking.. tau deh gimana perasaan nya.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. lo gak pernah nyetalking cewe brati?

      Hapus
  2. *jleb* Gak bakal lagi deh, kapok. Tapi kadang pas aku udah nggak niat buat nge-stalk, mention-an dia sama crush dia muncul di TL-ku. Itu gimana coba? -_-

    BalasHapus
  3. Nice pos Wita, mengharukan tapi Gue masih bisa senyum-senyum dengan kata-katanya. Keep Blogging Sis! ^^

    BalasHapus
  4. In my case: Been there, done that, lesson's learned, knew better, move on. ^_^ dan itu semua terjadi way before twitter exists. Kayaknya dengan sama-sama punya twitter jadi lebih gampang untuk stalking dan susah berenti :)))

    BalasHapus
  5. tapi aku ga pernah bisa berhenti stalking :D hahaha

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

QOTD

"Apapun yang terjadi," katanya

"tak akan bisa mengubah satu hal pun".


Meskipun mengenakan pakaian compang-camping,

aku bisa menjadi putri dalam diriku sendiri.


Mudah memang menjadi putri kalau aku,

mengenakan pakaian gemerlapan dan bermerk terkenal,

tapi aku jauh lebih hebat

kalau aku bisa menjadi putri,

saat tak seorangpun mengetahuinya.


source fr: A little princess - frances hodgson burnett


Sweet roll toffee chocolate bear claw chocolate cake dessert fruitcake. Ice cream oat cake oat cake. Gingerbread dessert tootsie roll. Candy topping cupcake. Cheesecake jelly faworki tiramisu sugar plum pie chupa chups cupcake. Cotton candy gummies pie pastry. Ice cream soufflé ;)